TUGAS UAS MK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
MAKALAH
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAB 4 Database Relasional
NOPLIN MERIATY AMINTIA
DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI
PROGRAM STUDUI SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER RAJAWALI - CCT
BEO - TALAUD
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai sumber ilmu pengetahuan, yang oleh tuntutan dan penyertaannya serta pertolongan sehingga penulis dapat menyelesaiakan karya ilmiah ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program studi strata satu di Sekolah Tinggi lmu Komputer Rajawali – CTT.
Dengan terselesainya tugas makalah ini, tentunya tidak terlepas dari dukungan, doa, bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. Karenanya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Indriawati Parauba, SE., MSA selaku dosen pengampuh Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntasi yang sudah memberikan bimbingan, dukungan bahwakan motivasi dalam mengikuti perkuliahan di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Rajawali – CTT.
2. Rekan – rekan mahasiswa semester IV yang selalu setia saling memberikan motivasi mulai dari pertama masuk di sekolah ini bahkan sampe sekarang.
3. Kepada Papa, Mama, Oma, Opa, Saudara-I bahkan semua keluargaku yang tak henti-hentinya memberikan motivasi, bimbingan, maupun kasih sayang kepda penulis atas semuanya itu penulis mengucapkan banyak terima kasih.
4. Dan kepada semua pihak yang telah memebrikan dorongan, masukan, kritikan dari mulai penyusunan sampai selesaianya makalah ini.
Ahkirnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan berkat yang melimpah bagi kita sekalian.
Beo, 19 Juni 2021
Penulis,
Noplin M Amintia
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Model Data Relasional
2.2 Keuntungan dan Kerugian Model Data Relasional
2.3 Istilah-istilah Dalam Model Data Relasional
2.4 Relasional Keys
2.5 Relasional Integrity Rules
2.6 Bahasa pada Model Data Relasional
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. latar Belakang
Latar belakang Basis Dadata merupakan sekumpulan data yang terintegrasi dan diorganisasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan para pemakai dalam suatu organisasi. Basis data memberikan fasilitas-fasilitas yang mempermudah para pemakai untuk menghasilakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut yang menjadi alas an penggunaan teknologi basis data saat ini. Pada bab ini juga akan dibahas lebih jauh tentang database relasional program yang mengelola dan mengendalikan data serta menghubungkan data dan program-program aplikasi beserta fungsi dan kegunaannya. Pemrosesan data dengan pendekatan basis data terbukti lebih efisien dan efektif. Oleh sebab itu, teknologi basis data banyak dipelajari dan diimplementasikan dalam dunia. Database relasional mendasari Sebagian besar Sistem Informasi Manajemen modern terintegrasi. Pada pembahasan kali ini mengidentifikasikan database dengan menekan pada pemahaman struktur database relasional. Database adalah seperangkat koordinasi beberapa file data yang saling berhubungan yang disimpan dengan sedikit mungkin kelebihan data.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
Menjelaskan pentingnya dan keuntungan database
Menjelaskan perbedaan sistem database dan system warisan berbasis file
Menjelaskan konsep fundamental tampilan logis dan fisik pada database
Menjelaskan system Database Relasional dan pengorganisasiannya
Apa yang dimaksud Querying Relational database
Apa yang dimaksud object oriented database.
3. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pentingnya dan keuntungan database
Untuk mengetahui perbedaan system database dan system warisan berbasis file
Untuk mengetahui konsep fundamental tampilan logis dan fisik pada database
Untuk mengetahui apa yang dimasudkan Querying Relational database dan pengorganisasiannya
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Queying Relational Database
Untuk mengetahui apa yang dimaksud object oriented database.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Model Data Relasional
Model Data Relasional adalah model data yang ditemukan oleh E. F. Codd berdasarkan teori relasional seperti aljabar dan kalkulus relasional. Model data ini menggunakan table berdimensi dua (sering disebut dengan relasi/table) untuk menggambarkan sebuah berkas data dan menggunakan kunci tamu (foreign key) untuk menghubungkan suatu table dengan table yang lain.
2.2 kelebihan dan kekurangan model data relasional
2.2.1 Kelebihan Model Data Relasional
Kelebihan model data relasional adalah sebagai berikut :
Bentuknya sederhana
Data dapat diakses lebih cepat.
Struktur basis data mudah diubah
Data lebih akurat
Memudahkan user untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi.
Memudahkan user menerapkan program aplikasi.
User dalam membentuk query yang kompleks untuk memanggil kembali (retrieve).
2.2.2 kekurangan Model Data Relasional
Kekurangan model data relasional adalah sebgai berikut :
Tabel yang berbeda harus dihubungkan untuk memanggil Kembali (retrieve) data
Diperlukan pemahaman user terhadap hubungan antar table.
User harus mempelajari Bahasa SQL.
2.3 Istilah-istilah dalam metode Data Relasional
Istilah-istilah dalam metode adalah sebagai berikut :
Entitas (entity) merupakan suatu objek yang dapat dibedakan dari yang lainnya dan dapat diwujudkan dalam basis data. Objek tersebut dapat berupa orang, benda, ataupun peristiwa. Contoh entitas dalam lingkungan STIK Rajawali CCT, terdiri dari : mahasiswa, matakuliah, dosen, dsb.
Relasi (Relation) merupakan suatu table yang terdiri dari beberapa kolom dan baris. Relasi menunjukkan adanya korelasi diantara sejumlah entitas yang asalnya dari himpunan entitas yang berbeda.
Atribut (Attribute) merupakan kolom yang terdapat dalam sebuah relasi.
Tuple merupakan baris yang terdapat dalam sebuah relasi (record) atau kumpulan elemen-elemen yang saling terkait menginformasikan suatu entitas secara lengkap.
Domain merupakan kumpulan nila yang valid dari satu atau lebih atribut.
Derajat (Degree)merupakan banyaknya atribut / kolom yang terdapat dalam suatu relasi (tabel).
Kardinalitas (Cardinality) merupakan banyaknya / tuple / baris yang terdapat table.
2.4 Relasional Keys
Relasional Keys merupakan pakaian yang digunakan dalam metode data tersebut. Jenis-jenis model tersebut adalah sebagai berikut :
Surpey Key
Surpey Key merupakan satu atau lebih atribut (kolom) yang mengidentifikasi sebuah tuple (baris) secara unik dalam sebuah relasi (satu atau lebih kolom yang dipilih untuk membedakan suatu reord dengan record lainnya).
Contoh : dalam table MHS di atas, super key-nya :
NPM
Nama (dengan syarat tidak ada nama yang sama)
Alamat (dengan syarat tidak ada alamat yang sama)
NPM+Nama
NPM + Nama
NPM + Alamat
NPM + Nama + Alamat
Candidate Key
Candidate Key merupakan atribut dalam suatu relasi yang biasanya memiliki nilai unik (super key dengan field paling sedikit).
Primary Key
Primary Key merupakan candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasi tuple secara unik dalam suatu relasi.
Alternate Key
Alternate Key merupakan candidate key yang tidak dipilih sebagai Primary Key. Alternate Key dari table MHS adalah Nama dan Alamat.
Foreign Key
Foreign Key merupakan atribut yang memiliki kesamaan domain yang menjadi kunci utama dalam sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya berperan sebagai atribut biasa.
2.5 Relational Integrity Rules
Relational Integrity Rules merupakan aturan-aturan yang sering digunakan dalam model data relasional, aturan-aturan tersebut yaitu :
Null
Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak sesuai dengan tuple (baris) tersebut.
Entity Integrity
Berarti tidak ada satupun komponen primary key yang nilainya sama dengan null.
Referential Integrity
Suatu domain yang dapat digunakan sebagai primary key jika merupakan suatu atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.
2.6 Bahasa pada Model Data Relasional
Model data relasional menggunakan Bahasa query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Bahasa query menekankan pada aspek pencarian data dari dalam table. Aspek pencarian ini krusial sekali karena merupakan inti dari usaha pengelolaan data.
Bahasa query terbagi menjadi, 2 bagian yaitu :
Bahasa Formal
Bahasa query yang diterjemahkan menggunakan symbol-simbol matematis. Bahasa query formal terbagi menjadi dua, yaitu :
Prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan data yang dibutuhkan dan cara untuk mendapatkannya. Contoh : Aljabar Relasional.
Non-prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan data yang dibutuhkan tanpa menspesifikan cara untuk mendapatkan data tersebut. Contoh : Kalkulus Relasional.
Bahasa Komersial
Bahasa query yang dirancang oleh programmer menjadi suatu program aplikasi untuk memudahkan para penggunaanya (user friendly).
Contoh :
QUEL : Berbasis pada Bahasa kalkulus relasional.
QBE : Berbasis pada Bahasa kalkulus relasional.
SQL : Berbasis pada kalkulus relasional dan aljabar relasional
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Model data relasional adalah model data berdasarkan teori relasional yang menggunakan tabel dua dimensi (relasi) untuk menggambarkan sebuah berkas data. Setiap tabel terdiri atas beberapa lajur yang mendaftar (baris) dan beberapa lajur vertical (kolom).
Istilah-istilah yang digunakan dalam model data relasional yaitu: entitas, relasi atau tabel, atribut atau kolom, tuple atau baris, domain, degree, dan carinality yang semuanya merupakan elemen suatu tabel.
Bahasa yang digunakan pada model data relasinal adalah bahsa query yang menekankan pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Bahasa query terdiri dari dua bagian yaitu, bahasa query formal yang diterjemahkan menggunakan symbol-simbol matematis dan Bahasa query komersial yang sengaja dirancang programmer menjadi suatu program aplikasi untuk memudahkan para penggunanya.
3.2 Saran
Dalam menggunakan sistem informasi akuntansi saran saya adalah kiranya dapat menggunakan sistem informasi manajemen sebaik-baiknya. Kerena di zaman sekarang sangat kita butuhkan yang namanya sistem informasi akuntansi.
Demikianlah makalah yang telah saya susun ini kiranya dapat membantu kita semua dalam perkuliahan dan lebih khusus pada matakuliah “Sistem Informasi Akuntansi” agar lebih bermanfaat. Apabila ada terdapat kesalahan saya mengharapkan kritikan dan saran pembaca.
Sekian dan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Connoly, Thomas; Begg, Carolyn; Strachan, anne; Database System : A Practional Approach to Design, Implementation and Management. 3rd Edition, Addison Wesley, 2001.
Korth, H., Database System Concept, 4th edition, Mc graw Hill, New York, 1991.
Komentar
Posting Komentar