Peran Generasi Muda Dalam Membangun Kembali Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 dari sisi Ekonomi di Indonesia

     Generasi Muda Membawa Perubahan 


 Berawal dari kota Wuhan, China. Tidak pernah terbayangkan bahwa severe acute respiratory syndrom coronavirus 2 (SARS- COV 2) atau virus corona akan menjadi pandemi yang menakutkan bagi Indonesia. Bahkan, pilkada maupun berbagai olimpiade di tunda akibat pandemi virus corona yang menyebabkan Indonesia akan mengalami krisis ekonomi di Indonesia.

  Jumlah penderita terbanyak ada di Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Inggris, dan Prancis. Sementara jumlah yang meninggal terbanyak berturut-turut adalah Amerika Serikat, Italia, Inggris, Spanyol, dan Prancis. Walaupun jumlah yang sembuh sudah semakin banyak daripada yang meninggal, namun tren jumlah penderita tanpa gejala dan yang meninggal belum menunjukkan penurunan. Begitu juga di Indonesia.

  Berdasarkan pertumbuhan year-on-year, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar di sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 0,53 persen. Selain itu, dampak dari wabah Covid-19 kepada perekonomian dunia juga sangat dahsyat. Pada triwulan pertama 2020 ini pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mitra Indonesia tumbuh negatif; Singapura -2.2, Hongkong -8.9, Uni Eropa -2.7, dan China mengalami penurunan sampai -6,8. 

Saat ini, WHO (World Healt Organization) telah menetapkan wabah Virus Corona sebagai pandemik global, termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara terpapar, yang sampai saat ini angka korban terus bertambah dengan penularan atau penyebaran yang semakin cepat dan meluas, yang setiap harinya bertambah baik jumlah maupun sejumlah di berbagai daerah terdampak virus tersebut.

  Dari hasil yang ada maka saat ini Indonesia sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial  Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah yang terpapar Virus Corona. Namun, dengan adanya kebijakan tersebut yang sementara diterapkan oleh pemerintah bagi masyarakat Indonesia, masih ada yang tidak mematuhi peraturan PSBB. Dalam hal menangani kasus Covid-19, yang menjadi garda terdepan adalah para dokter dan tenaga medis, juga disisi lain untuk mengatasi permasalahan yang terjadi sekarang ini dari semua elemen di masyarakat termasuk para generasi mudah punya peran dan tugas dalam menghadapi Covid-19. Karena peran generasi muda sangat besar dan diharapkan para generasi muda beperan sebagai agent of change, sebagai sosok yang muda, dinamis, penuh energi, optimis, dan diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk bisa ikut membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Memang disaat pandemik seperti ini, membuat banyak orang jenuh dan bosan. Nah, disinilah peran generasi muda untuk membatu orang-orang disekitar kita meninggalkan kekolotan  mereka. Revolusi mental itu penting, yaitu dimulai dari diri kit sendiri, dan disebarkan kepada orang-orang terdekat kita, baik itu memberi edukasi kepada keluarga, teman-teman terdekat, sanak-saudara bahwa Covid-19 ini bukan hal yang patut diremehkan. Karena, dengan selalu menerapkan dan mengingatkan orang-orang terdekat akan pentingnya social distancing, maka kita sebagai generasi muda bisa melindungi mereka dan ikut adil dalam mencegah penyebaran Virus Corona.

   Untuk dimasa sekarang ini, peran generasi muda dalam membangun kembali Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi, adalah membangun ekonomi yang berdaulat. Sebelum wana Covid-19 telah mengguncang dunia, bangsa Indonesia sedang dihadapi dengan problematika yang sangat rumit baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, moral dab sebagainya. Misalnya, dalam bidang ekonomi seperti tingginya angka kemiskinan, serta korupsi merajalela dan lain-lain.

  Kedaulatan ekonomi merupakan salah satu cita-cita yang terus dirancang hingga saat ini. Makna sejati kedaulatan ekonomi adalah bangsa Indonesia memiliki sikap yang mandiri dalam bidang perekonomian, dan tidak lagi bergabung pada negara lain untuk mencukupi kebutuhan perekonomian bangsa.

  Indonesia sendiri memiliki perekonomian kuat dan dinamis, meskipun harus mengalami beberapa fluktuasi siklus serta mengalami masalah besar. Untuk itulah ekonomi yang berdaulat merupakan bentuk representatif dari bangkitnya suatu bangsa, mandiri secara ekonomi merupakan kunci yang paling fundamental untuk menentukan status sebuah negara.

  Memang benar Indonesia masih terbilang cukup jauh dalam bersaing dengan negara tetangga belum lagi SDM yang masih dibilang tertinggal dari teknologi yang menunjang kreativitas perekonomian, sehingga dibutuhkan skill serta sarana dan prasarana yang menunjang agar mampu mengikuti arus pergeseran zaman. Disinilah peran generasi muda dalam berkontribusi untuk membangun ekonomi yang berdaulat pasca pandemi Covid-19, serta generasi muda menjadi pelaksana aksi sosial perubahan bagi bangsa dan negara. Sebab, menjadi generasi muda atau generasi penerus bangsa kita mampu memberikan contoh yang baik sebagai tulang punggung suatu negara dan bangsa yang menentukan maju mundurnya, hidup matinya, berkualitas tidaknya suatu bangsa.

   Untuk kontribusi generasi muda sebagai mahasiswa dan pemuda untuk menangani dan memecahkan masalah yang ada karena Covid-19 adalah mengikuti protokol kesehatan dan menaati peraturan pemerintah untuk tidak keluar rumah (stay at home), cuci tangan, tidak berjabat tangan, memakai masker, bekerja dari rumah, bersekolah dari rumah dan sebagainya. 

  Pada keadaan seperti ini kita sebagai kaula muda harus memberikan kontribusi yang lebih dalam, memerangi serta memutus mata rantai Covid-19, yaitu: 
1. Pemuda menjadi penggerak Sosial              Distancing
2. Saling menguatkan dengan menjalin            komunikasi melalui digital
3. Alihkan budget jalan-jalan untuk                    bersedekah

  Sementara itu, peran mahasiswa sebagai Agent of Change dan Sosial Control adalah perubahan menuju kearah yang lebih baik dan akan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk diri sendiri, orang tua, teman-teman, serta orang-orang disekitar terlebih untuk negara. Untuk diri sendiri manfaat sebagai Agent of Change adalah menjadikan kualitas diri semakin baik yaitu dengan rasa kebersyukuran, baik kualitas keimanan maupun hubungan sosial. Karena permasalahan yang terjadi dari semua yang ada di dunia adalah manusia iru sendiri misalnya, kecanggihan teknologi, itu semua dihasilkan dari potensi dasar yang telah diberikan oleh sang pencipta berupa akal dan otak yang harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya.

   Dan yang paling penting adalah peran mahasiswa sebagai Agent of Change untuk negara tercinta Indonesia yaitu menjadi agen perubahan dalam bidang pendidikan, pembangunan ekonomi, pemberdayaan sosial, pengabdian masyarakat dan lain-lain. Sedangkan, untuk sosial control mahasiswa harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat, malah semakin menyengsarakan rakyat. 

  Jadi, marilah sebagai penerus dan harapan bangsa di masa depan dapat menjadikan rasa bersyukur ini sebagai dasar dan pondasi dalam pengoptimalan peran mahasiswa sebagai Agent of Change dan Sosial Control yang baik dan berkualitas. 

   Untuk itu, kontribusi saya sebagai mahasiswa dalam menyebarkan nafas pengetahuan dan mempengaruhi publik/ masyarakat melalui media sosial adalah memberikan atau menyampaikan informasi yang positif, jelas dan akurat dalam media sosial dan mampu menetralisir keadaan dengan tanpa menciptakan ketakutan atau menakut nakuti para konsumen media. Sebab informasi yang disampaikan harus tetap berimbang dalam pemberitaan, serta informasi yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga tidak dapat mempengaruhi keputusan dalam peningkatan kesehatan. Karena, media merupakan sosok yang dapat mempengaruhi massa, dengan tetap bersikap independen dan berimbang memberikan informasi terkait Covid-19 yang dimana media massa sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia dimasa pandemi Covid-19. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi pertemuan ke-14 Tentang "VISUALISASI INFORMASI" Matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer

Materi pertemuan ke-13 "GROUPWARE SYSTEM" matakuliah : Interaksi Manusia dan Komputer